BRMP Bali Dukung Percepatan Swasembada Pangan Buleleng Melalui Gerakan Tanam Padi
Buleleng, 17 November 2025 - Sebagai wujud dukungan terhadap upaya pencapaian swasembada pangan di Buleleng, BRMP Bali bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng menggelar kegiatan gerakan tanam padi bersama yang berlokasi di Subak Banjar Tengah, Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng.
Dihadiri pula oleh Koordinator dan PPL, DPD Perhiptani, POPT dan Mantri Tani Kecamatan Buleleng, Babinsa, Kelian subak serta Petani.
Gerakan tanam padi bersama dilaksanakan pada areal seluas 0.80 ha dari 17 ha luas lahan subak dan selanjutnya penanaman akan dilaksanakan oleh petani di masing-masing lahannya. Varietas padi yang ditanam adalah Inpari 32 dengan sistim tanam tegel dengan jarak tanam 25 cm X 25 cm.
Kepala Dinas Pertanian Buleleng yang diwakili Kepala Bidang Tanaman Pangan Ir. I Gusti Ayu Maya Kurnia, M.Si., menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas dukungan BRMP Bali terhadap upaya untuk percepatan capaian LTT Buleleng dengan menyelenggarakan acara tanam padi bersama.
Disampaikan pula bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk memotivasi petani sehingga akan tetap semangat dalam berusahatani untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi mereka.
Menurut Putu Sugiarta, S.ST., M.Agb., Penyuluh BRMP Bali sekaligus sebagai penangungjawab LTT di Buleleng, mewakili Kepala BRMP Bali menyampaikan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada Dinas Pertanian Buleleng dan petugas di Kecamatan Buleleng yang telah mempersiapkan kegiatan sehingga kegiatan terlaksana dengan baik. "Hal ini mencerminkan terjalinnya sinergitas yang baik antara Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng dengan BRMP Bali dalam mensukseskan program Kementerian Pertanian". ujarnya.
Dijelaskan pula bahwa pelaksanaan gerakan tanam padi bersama merupakan salah satu upaya untuk memacu petani dalam berusahatani padi sehingga program swasembada pangan akan dapat segera terwujud.
Pada kesempatan itu Kelian Subak Banjar Tengah, Ketut Suastika mengungkapkan beberapa kendala yang dihadapi subak untuk menanam padi diantaranya kurangnya tenaga operator traktor sehingga akan berpengaruh terhadap mundurnya waktu tanam dari jadwal yang telah ditetapkan. "Kami sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah untuk mencari solusi dari permasalahan di Subak kami, sehingga pola tanam petani di Subak Banjar Tengah dapat seragam agar terhindar dari berbagai masalah seperti serangan OPT dan lainnya" ungkapnya.